Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2016

Ilmu dan Taqwa

Gambar
Bersabarlah terhadap kekerasan seorang guru,karena kegagalan mencari ilmu terletak ketidaksangguapan menghadapi hal itu. Demi Allah, kehidupan seorang pemuda itu harus berbekal ilmu dan taqwa,apabila keduanya tidak dimilikinya maka tak pantas disebut pemuda. Ilmu itu sarana kemulyaan…………………. Ilmu itu tempat pesemaian setiap kemulyaan, maka taburkanlan segala kemulyaan. Dan anda harus prihatin bila tempat persemain itu tidak membuahkan suatu kebanggaan. Ketahuilah ilmu itu tidak akan didapat,oleh seorang yang cita-cita hidupnya demi makanan dan minuman, Bukanalah dinamakan seorang ilmuan manakala ia mengalami dua kondisi, yaitu sengsara atau saat berkecukupan harta lalu menjadi gelisah atau lupa diri. maka jadikanlah diri anda orang yang memiliki peranan, dan tingglankanlah pola hidup santai an acuh tak acuh. Maka mungkin saja suatu saat anda hadir disuatu majlis,maka jadilah anda pemimpin dan bintang dalam majlis itu………………………….

KEUTAMAAN DAN KEISTIMEWAAN BULAN MUHARRAM

Kata Muharram secara bahasa, berarti diharamkan. Abu ‘Amr ibn Al ‘Alaa berkata, “ Dinamakan bulan Muharram karena peperangan (jihad) diharamkan pada bulan tersebut ” (1) ; jika saja jihad yang disyariatkan lalu hukumnya menjadi terlarang pada bulan tersebut maka hal ini bermakna perbuatan-perbuatan yang secara asal telah dilarang oleh Allah Ta’ala memiliki penekanan pengharaman untuk lebih dihindari secara khusus pada bulan ini. Pada bulan ini Allah melarang umatnya untuk tidak melakukan perbuatan yang dilarang-Nya. Seperti misalnya berperang, seperti yang telah dilakukan oleh orang-orang kuraisy sebelum datangnya agama Islam. 2.    Beberapa Keutamaan Bulan Muharram a.     Bulan Muharram Merupakan Salah Satu Diantara Bulan-Bulan Haram Allah Ta’ala berfirman: إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَل...
Gambar
Mushalah Al-Hikmah didirikan pada tahun 2008, tepat bulan puasa dan dikerjakan secara gotong royong oleh masyarakat setempat selama 22 hari . . . . . . .